Natal Anak Jalanan

Kamis, 10 Desember 2009

Inilah aku TUHAN utuslah aku!

Jam 4:00 dini hari tepatnya hari Kamis tanggal 14 September 1967, di desa Dugul Nakka di puncak Pulau Samosir, begitu menurut penuturan Ibundaku. Lahirlah seorang bayi laki-laki yang diberi nama si Alben. Karena sudah lama tidak turun hujan sampai mengakibatkan ubi dan bawang yang menjadi tanaman pokok pada waktu itu tidak bisa dipanen karena tanah terlalu keras sehingga tidak bisa mencabut atau memanen ubi dan bawang tersebut. Namun dini hari dimana aku dilahirkan turun hujan yang begitu deras, dan besok paginya orang tuaku pergi ke ladang untuk mengambil ubi dan ternyata sudah diambil orang karena sudah gampang dicabut. Setelah pulang Ayahku berkata bahwa sial sekali karena ubi dan bawang di ladang sudah dicuri orang, lalu mereka berkata bahwa aku pembawa sial jadilah namaku "sial ben".

Lalu aku mengganti nama pada waktu lulus SD menjadi Walben, karena menurutku kelahiranku bukan kesialan tetapi berkat karena turun hujan yang deras setelah sekian lama terjadi kemarau. Kalau ada maling yang berperan itu bukan karena aku tetapi karena memang maling ya tetap maling. Tetapi turunnya hujan menjadi berkat bagi semua penduduk desaku termasuk bagi maling yang mencuri ubi dan bawang di ladang orang tuaku. "Menjadi berkat itulah cita-citaku"

Masa kecil kuhabiskan di desa Air Joman, lingkungan Melayu yang hampir semua beragam Islam, aku sering di ejek dengan panggilan "Hei Batak....makan Babi!!!" di SD Inpres tempat aku sekolah juga hanya ada 2 orang Kristen dan kalau ada pelajaran agama aku hanya ikut pelajaran agama Islam, dan nilai tulisan Arab ku selalu di atas nilai 8. Aku sering pergi ke Mesjid dengan teman-temanku yang semuanya adalah Muslim, aku juga sering ikut takbir pada saat lebaran karena akan dapat makan gratis.

Aku dibesarkan dalam keluarga Kristen dan bertumbuh di tengah pelayanan gereja dimana ayahku juga pernah menjadi Guru Jemaat di GKPI Air Joman Asahan. Namun gereja itu sudah tutup dan kami pindah ke HKBP. Di situlah aku dibaptis dan menjadi orang Kristen sampai aku akhirnya diterima kuliah di Universitas Sumatera Utara.

Waktu kecil aku pernah bercita-cita menjadi Pengacara yang bergelar SH, namun Tuhan menuntun dengan cara yang berbeda dan akhirnya aku terpanggil menjadi hamba Tuhan. Meskipun aku orang Kristen, namun gaya hidupku jauh dari standart Alkitab. Aku hoby main judi, merokok dan sering mabuk dengan teman-teman.

Pernah aku main judi selama 3 hari tiga malam, nonstop sambil makan tetap bermain...kalau udah ngantuk cuma pergi cuci muka dan lanjutkan lagi. Karena peraturan bermain yang kami ikuti adalah berhenti kalau udah kalah total. Dan hari ketiga aku kalah total dan tidak punya uang sepeserpun, aku keluar dengan wajah sangat lesu dan awut-awutan aku berjalan ke kampus yang hanya berjarak 50 meter dari tempat kosku. Di jalan menuju kampus temanku bertanya kok gak ikut ujian? Matilah aku..... ternyata selama aku main judi, teman-temanku ikut ujian...tanpa ekpresi yang jelas aku hanya tertawa hambar dan pamit dari mereka. Berjalan tanpa tujuan....tiba-tiba sebuah mobil sedan Corona ngepot di depanku dan menghamburkan semua yang ada di sekitarku...tiba-tiba ada sebuah brosur terbang ke arahku dan aku memungutnya dan membacanya. "Hadirilah KKR di Aula Mahasiswa USU tgl 15 Juli 1988 pukul 10:00"...aku tidak sadar waktu itu persis jam 10:15 pada hari yang sama dan aku berjalan ke arah Aula karena ingin mencari tahu apa sih KKR dan ada apa di Aula itu???

Setelah sampai aku disambut dengan ramah oleh penerima tamu dan dibawa ke dalam dan duduk di barisan tempat duduk agak dibelakang. Sebenarnya aku merasa aneh melihat mereka menyanyi "Dalam Yesus kita bersudara" sambil bertepuk tangan karena pikirku pasti ini acara anak-anak tapi kok yang hadir semua mahasiswa. Setelah Pdt. Mangapul Sagala selesai berkhotbah, tiba-tiba dia berkata: "Siapa yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi datanglah ke depan dan terimalah Kristus di hatimu! Lalu aku menggumam di dalam hati: "Oh ini acara orang Islam masuk Kristen rupanya.." Aku mencoba melihat seluruh yang hadir siapa saja yang akan masuk Kristen pada saat itu. Kedua kali Pak Mangapul memberi tantangan yang sama dengan suara lantang....aku merasa ada yang salah dengan tantangan itu karena terasa seperti diarahkan tepat kepadaku. Dan aku berkelit dalam hati: "Ah...aku kan sudah Kristen dari kecil masa aku yang di suruh ke depan...ada-ada saja" pikirku. Namun setelah ketiga kalinya tantangan itu diberikan dengan suara lantang dan setengah berteriak: "Sekali lagi kalau engkau mau diampuni dan diselamatkan datanglah ke depan terimalah Yesus di hatimu!!!" Tiba-tiba aku menangis dan berjalan ke depan tanpa peduli lagi dengan apa kata orang....aku berjalan dengan cepat ke depan mimbar dan berlutut...tiba-tiba saja aku sadar bahwa aku orang berdosa dan perlu pengampunan dari Kristus yang sudah mati di kayu salib. Sejak saat itulah hidupku mengalami perubahan yang sangat berbeda. Hatiku penuh damai sejahtera dan merasa berharga di mata Tuhan.

Aku sadar bahwa masih banyak orang yang belum menikmati kasih Tuhan dan belum berpengalaman dengan kasih pengampunan dari Yesus. Kesadaran itu membuat aku merespon dengan sangat atas panggilan Tuhan melalui Kitab Yesaya 6:8, "Inilah aku TUHAN utuslah aku!"



Minggu, 08 November 2009

JANGAN JADI PENAKUT

Matius 10:28-33

Pendahuluan: Ada 2 kutub yg tidak bisa digabungkan: baik dan jahat, kebenaran dan dusta, terang dan gelap, semangat dan lesu.
Yesus berkata: kamu tdk bisa mengabdi kepada 2 tuan karena akan menghianati salah satunya.

JANGAN JADI PENAKUT
(Luk 2:10)  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

(Luk 2:11)  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

=> Takutlah kepada Tuhan:
Kalau ada seorang yg diperiksa dokter dan menemukan kangker di dalam perutnya dan harus dioperasi, maka dia akan pergi menjual sawahnya, kerbaunya, mobilnya, atau rumahnya supaya ada biaya operasi.

tetapi banyak orang yg mati rohaninya tidak mau buat apa2.
semua kita bisa mati kapan saja dan dimana saja

1. jangan takut mati: rambut kita dihitung Tuhan(30)  ay 39,
Mat 10:39  Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

2. jangan takut tidak makan:(31) kalau banyak burung pipit dipelihara pasti kitapun akan dipelihara.
(1Pe 5:7)  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

3. jangan takut mengakui Yesus adalah Tuhan:(33) karena Dia berkuasa dan tidak mempermalukan orang yang bersandar kepadaNya.
Ada pembantu RT seorang Pdt yg sudah percaya dan dibaptis kemudian setelah dia pulang kampung dia diinterogasi dan dibawa kepada dukun supaya dia menyangkali imannya, tetapi akibatnya dukun itu tidak bisa berbuat apa-apa malah hampir mati karena kuasa Kristus yang menjaga pembantu itu ketika dia tetap berkata saya sudah Kristen.

Wahyu 21:8  Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Mengapa saya sampaikan Firman Allah yg tegas seperti ini? karena takut kpd Tuhan:
Mar 9:42  "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Rabu, 04 November 2009

BAGAIMANA MEMBANGUN PENGUASAAN DIRI?

CIRI PAHLAWAN:
Proverbs 16:32  Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Ukuran pahlawan bagi dunia adalah terkenal, ngetop, hebat, dll.
Tetapi menurut Tuhan pahlawan adalah mampu mengalahkan diri sendiri.
Simson adalah pahlawan menurut dunia (dia mampu mengalahkan ribuan orang Pilistin dengan sebuah tulang keledai) TETAPI simson tidak menguasai diri sehingga jatuh dalam dosa sexual.

BAGAIMANA MEMBANGUN PENGUASAAN DIRI? 2 Timotius 2:1-6

BELAJAR DARI:
1. Belajar dari seorang Prajurit
Persiapan menjadi Tentara adalah berat. Jadi penderitaan adalah sarana membentuk karakter kita menjadi seperti Kristus
Persiapan menjadi Kopasus lebih berat daripada Polisi
Tentara tidak pusing dengan persoalan sipil (makan, uang, perlengkapan, masa depan) karena ditanggung oleh negara.
Jadi sikap terhadap penderitaan adalah kunci keberhasilan (berarti teologi sukses dan kemakmuran adalah salah)
PENDERITAAN ADALAH PERSIAPAN UNTUK BERHASIL

2. Belajar dari seorang Olahragawan
Persiapan Olahragawan harus dikarantina supaya bisa latihan serius. untuk ikut olimpiade harus diseleksi (Pra seleksi) tinggal di Kamp selama satu bulan latihan dan tidak boleh ketemu keluarganya, kalau kedapatan langsung didiskualifikasi. KITA HARUS MEMISAHKAN DIRI DARI DUNIA INI (pola pikirnya harus terpisah dari dunia)
Olahragawan punya sasaran menjadi juara, punya visi, punya cita-cita.
ORANG YG PUNYA VISI AKAN MAMPU MEGUASAI DIRI

3. Belajar dari seorang Petani
seorang petani bersedia kerja keras
seorang petani menunggu sampai panen (lakukan sampai selesai, finish)
ORANG YG SETIA AKAN MENUAI HASIL

KESIMPULAN:
1. penderitaan adalah persiapan keberhasilan
2. mempunyai visi akan menolong untuk menguasai diri
3. orang yg setia akan menikmati hasil

MENJADI ORANG YANG DISUKAI

Kisah Rasul 2:41-47
Pendahuluan
Menjadi orang yang disukai bukanlah sebuah permohonan, tetapi bagaimana kwalitas hidupnya. Orang yang ingin disukai biasanya menjadi orang yang kompromistis, suka menghalalkan segala cara dan menjadi orang yang suka cari muka/penjilat (Amsal 28:23, Amsal 29:5). Kekristenan berarti bebas dari keinginan untuk disukai tetapi memiliki kwalitas hidup yang disukai Allah dan juga disukai orang lain.
Uraian
Ada 3 pola hidup dari jemaat mula-mula dalam Kisah Rasul 2:41-47, yang dapat dijadikan teladan dalam hidup kita, agar menjadi umat yang disukai Allah dan sesama.
1. Ada perubahan hidup yang jelas (Kisah Rasul 2:41-42)
Artinya ketika mendengar Firman Allah, secara langsung meresponi apa yang sudah diterima itu sebagai kebenaran. Firman Allah membentuk karakter mereka sehingga memberi diri dibaptis dan mengikuti Allah.
2. Tidak mementingkan diri sendiri (Kisah Rasul 2:44-45)
Cara hidup jemaat mula-mula menggambarkan keseimbangan yang saling menjadi berkat. Orang yang egois/mementingkan kepentingan diri sendiri, akan selalu menjadi batu sandungan bagi orang lain.
3. Dalam segala sesuatu, mereka melakukan dengan sukacita dan tulus hati (Kisah Rasul 2:46)
Kekristenan tetap membutuhkan ketulusan. Selama kita melayani atau melakukan segala sesuatu dengan ketulusan, maka hasil yang akan diperoleh senantiasa menggembirakan. Ingat kasih yang terpancar dengan ketulusan akan senantiasa membekas di hati/menjadi berkat.
Kesimpulan
Ada banyak cara yang dilakukan agar disukai banyak orang, tetapi ambillah cara yang Allah ajarkan yaitu meningkatkan kwalitas hidup yang disukai Allah dan menjadi berkat bagi orang lain.

MENGAPA KITA MENDERITA (SAKIT)

Pendahuluan:
Tidak semua penderitaan sebagai akibat dosa, dan tidak semua penderitaan bukan karena dosa. Penderitaan memiliki beberapa aspek yang harus kita mengerti sesuai dengan konteks dan latar belakangnya:

1. PENDERITAAN KARENA DOSA
    -Karena berbuat jahat:   
Rom 2:9  Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
    -Karena mengabaikan Tuhan:
2Taw 21:12  Lalu sampailah kepadanya sebuah surat dari nabi Elia yang bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Karena engkau tidak hidup mengikuti jejak Yosafat, ayahmu, dan Asa, raja Yehuda,
2Taw 21:13  melainkan hidup menurut kelakuan raja-raja Israel dan membujuk Yehuda dan penduduk-penduduk Yerusalem untuk berzinah, sama seperti yang dilakukan keluarga Ahab, dan juga karena engkau telah membunuh saudara-saudaramu, seluruh keluarga ayahmu yang lebih baik dari padamu,
2Taw 21:14  maka TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu.
2Taw 21:15  Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu."
    -Karena dosa bangsa(pemimpin): rakyat juga menderita.
Markus 13:8  Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Kejadian 12:3  Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
bangsa yang memberkati Israel akan diberkati oleh Tuhan, dan bangsa yang mengutuki Israel akan dikutuk Tuhan


2. PENDERITAAN BUKAN KARENA DOSA
    -Untuk menyatakan pekerjaan Tuhan
Joh 9:3  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
    -Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan
Joh 9:30  Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
    -Untuk menolong murid Kristus supaya tidak sombong
2Kor 4:11  Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
2Co 12:7  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

3. TUJUAN PENDERITAAN:
    -Iblis =>alat menjauhkan manusia dengan Allah
    -Allah=>sarana menuntun manusia kepada pengharapan
Rom 5:3  Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
Rom 5:4  dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Rom 5:5  Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

MELAYANI DENGAN MENYALA

Roma 12:11  Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

1. BERGAUL HANYA DENGAN ORANG YANG MENYALA
   
1Co 15:33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
+org sukses bersemangat mendengar impian anda org gagal berkata mana mungkin!
+org sukses senang melihat anda berhasil org negatif sakit hati ketika anda sukses
   
2. MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL:
(FILIPI 4:(1Th 5:18)  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

    -INGAT KEBAIKAN TUHAN
    -CATAT SEMUA BERKAT YG PERNAH ANDA TERIMA

3. BERIKAN LEBIH DARI STANDAR (UPAYA EXTRA)
Mat 5:41  Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

(2Co 9:6)  Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Exo 36:3  Mereka menerima dari pada Musa seluruh persembahan khusus, yang telah dibawa oleh orang Israel untuk melaksanakan pekerjaan mendirikan tempat kudus. Tetapi orang Israel itu masih terus membawa pemberian sukarela kepada Musa tiap-tiap pagi.
(Exo 36:5)  dan berkata kepada Musa: "Rakyat membawa lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan TUHAN untuk dilakukan."
    -WAKTU
    -TENAGA
    -DANA

3. HADAPI KALAU ADA YG TDK BERES JANGAN DIBIARKAN:
1Jn 1:9  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.


4. SELESAIKAN SEMUA KEHIDUPAN ANDA:
Joh 17:4  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

    -BAYARLAH NAZAR YG PERNAH ANDA UCAPKAN
        -KEPADA TUHAN DAN SESAMA
    -URUSAN APAPUN SELESAIKANLAH